Category: Fikrah Gerakan


“Muslim Negarawan Membangun Spirit Reformasi dengan Ide dan Gagasan dalam Mewujudkan Kebangkitan Islam di Indonesia”


I. GAMBARAN UMUM

1.       Daurah Marhalah (DM) 2 KAMMI Daerah Bandung mengacu pada Manhaj  Kaderisasi KAMMI 1427 (terbaru) sebagai standar

pelaksanaan DM 2.

2.       Dauroh ini insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 22 Mei 2011 di Bandung. Estimasi peserta sebanyak

60 orang (40 orangdari KAMMI Daerah Bandung dan 20  orang dari KAMMI Daerah lain). Penambahan jumlah peserta akan diputuskan  melalui syuro Kaderisasi KAMMI Daerah Bandung dan SC DM 2 KAMMI Daerah  Bandung.

3.       Calon Peserta diwajibkan memenuhi syarat peserta DM 2sebagaimana tercantum  dalam Manhaj KAMMI 1427, yaitu:

a.       Telah mendapatkan sertifikasi Indeks Jati Diri Kader (IDJK)AB 1 (melaluiproses akreditasi sesuai Manhaj 1427).

b.      Aktif dalam kegiatan KAMMI (komisariat atau diberdayakan dalam wajihah dakwah yang lain) minimal satu tahun.

c.       Bersedia menjadi pengurus  KAMMI  Daerah atau pimpinan  KAMMI Komisariat.

d.      Bersedia untuk mengikuti mekanisme pengkaderan di KAMMI.

e.      Menyerahkan makalah sesuai dengan tema dan referensi yang ditetapkan panitia.

4.       Beberapa tahapan yang akan dilalui yaitu:

a.       Tahap Seleksi (Tulis)                      : 19-26 April

b.      Wawancara                                      : 27 April – 3 Mei 2011

c.       Tahap Penugasan & Daftar               : 4 – 10 Mei 2011

d.      Sidang Makalah                                : 11 – 15 Mei 2011

e.      Tahap Pra Daurah Marhalah II             : 14 – 15 Mei 2011

f.        Tahap Daurah Marhalah II                : 18-22 Mei 2011


II. TAHAP SELEKSI

1.       Tahap Seleksi dilakukan oleh Tim Seleksi Daerah.

2.       Tim Seleksi merupakan setiap Kader Anggota Biasa(AB) 2 atau  Anggota Biasa (AB)3 yang ditetapkan dan dikoordinir oleh

Kaderisasi KAMMI Daerah.

3.       Tahap Seleksi adalah sebuah tahapan awal DM 2 dimana kader-kader yang  telah memenuhi persyaratan calon peserta DM 2

mengikuti rangkaian seleksi  untuk ditetapkan sebagai delegasi dari komisariatnya.

4.       Rangkaian seleksi meliputi tes tulis, wawancara dan sidang  makalah.

5.       Bahan Seleksi ditetapkan oleh Kaderisasi KAMMI Daerah Bandung dengan  pengembangan dilakukan oleh Tim Seleksi Daerah

tanpa mengurangi bobot  seleksi.

6.       Tim Seleksi harus menetapkan dan menyerahkan nama utusan daerahnya  selambat-lambatnya pada tanggal 11 Mei 2011 melalui SMS ke 085719505040  (ikhwan) atau                          

                085723304974 (akhwat) dengan contoh format SMS:

<KAMDA_XYZ>#Nama1#I/A#No.Telp/HP##Nama2#I/A#No.Telp/HP##….dst

Misal:<KAMMDA_BDG>#Irfan_Maulana_Basya#I#085719505040##Iros_Herminawati#A#085721188270##….

III. TAHAP PENDAFTARAN ULANG

Kader yang telah ditetapkan menjadi utusan oleh Tim Seleksi Daerah  diwajibkan melakukan pendaftaran ulang dengan mengirimkan:

1.        Application form yang telah dibuat oleh SC DM 2

2.       Softcopy Makalah

Application form dan Softcopy Makalah dikirim melalui email ke alamat:kaderisasi_bdg@yahoo.com selambat-lambatnya pada tanggal 28 November 2010 dan membawa hardcopy makalah saat registrasi di

lokasi DM 2.

IV. TAHAP PRA DM 2

1.   Pra DM 2 dilakukan secara mandiri untuk menyempurnakan persiapan  kader.  Pra DM2 KAMDA Bandung akan dilaksanakan

pada hari sabtu- ahad 14-15/Mei/2011 di sekre kamda Bandung (Jl.Awibitung  Gg. Jembar IV No. 18 Cicadas Bandung Jawa

Barat-Indonesia) mulai pukul 18.00 dan mabit sampai paginya. Adapun acaranya adalah sidang tugas makalah, pembekalan

peserta, diskusi dan motivasi. Calon peserta WAJIB ikut Pra DM2 ini.

2.   Kegiatan Pra DM 2 ditekankan pada pengayaan materi sebagaimana  tercantum dalam Manhaj KAMMI 1427 H.

3.   Setiap penugasan Pra DM 2 harus mendapat pengesahan dari Tim Seleksi  yang ditulis dalam Surat Keterangan Telah

Melaksanakan Penugasan Pra DM  2.

4.   Pra DM2 untuk kader selain Bandung silahkan diatur oleh masing-masing kaderisasi daerah

V. TAHAP DM 2

1.       DM 2 dilakukan selama lima hari dengan rangkaian acara yang ditetapkan  oleh SC DM 2

2.       Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mematuhi hak  dan kewajiban sebagai peserta

3.       Lokasi DM2 di Lembang, Bandung

4.       Persyaratan administrasi yang wajib dibawa oleh peserta (WAJIB tidak boleh kurang):

Berkas seleksi DM 2 dari tim seleksi berupa soal, jawaban, dan rekap nilai.     

     – SK Sertifikasi AB 1 dari KAMMI Daerah.     

     – Surat Rekomendasi dari KAMMI Daerah atau Ketua Komisariat*).     

      – Surat Rekomendasi Murobbi

      – Foto ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar.     

      – Membawa minimal 2 buku dari daftar referensi makalah yang dikerjakan

      – Membawa minimal 3 buku (pilih) dari Mantuba AB2.

*) Dengan syarat Ketua Komisariat yang bersangkutan minimal sudah berstatus AB 2

*) Jika persyaratan administrasi kurang maka peserta TIDAK BERHAK mengikuti rangkaian acara DM2 Kamda Bandung

5.        Perlengkapan yang harus dibawa oleh peserta yaitu:

-  Pakaian saat materi (WAJIB karena sifatnya formal)

-          Ikhwan         : Kemeja lengan panjang, Almamater, Celana hitam kain, Sepatu resmi (pantople),dan sabuk/ikat pinggang.

-          Akhwat        : pakaian dan kerudung resmi (bukan yang berbahan kaos)

-  Pakaian olahraga : kaos, pdl, sepatu kets

-  Pakaian ibadah

-  Al Quran dan Al Ma’tsurat

-  Alat tulis menulis

-  Baju dan perlengkapan mandi untuk 5 hari 4 malam, jaket tebal

-  Gelas pribadi

Bandung, 16 April 2011

***Tim SC DM II KAMMI Daerah Bandung***

Ketua SC              : Irfan Maulana Basya

Sekretaris            : Iros Herminawati

Anggota               :

-          Susanto Triyogo

-          Iyok Sumiati

-          Andzari Yustisia

-          Ary Nur Husna

-          Ade Sri Ratu

1. Memprediksi Kondisi Bangsa Indonesia Masa Depan

Kami berpendapat bahwa makna prediksi tidak bisa disamakan dengan ramalan, meskipun keduanya bersifat mencoba membaca sesuatu yang akan terjadi (visi), namun keduanya memiliki ‘metodology’ yang berbeda sebagai pijakan. Kegiatan ramal meramal sudah dikenal manusia sejak zaman bahula, dalam bibel atau al qur’an juga dikisahkan tentang nabi Yusuf, yang piawai dalam meramal makna mimpi, karena kemampuan meramal inilah beliau akhirnya menemukan kemuliaan hidupnya. Kita juga mengenal Nostradomus (1503 – 1566) juga sangat diyakini sebagai peramal yang handal, banyak orang percaya bahwa Nostradomus mampu membaca kejadian2 besar dunia jauh kemasa depan, bahkan berani meramal kalau dunia akan berakhir th 3797.

Untuk memprediksi indonesia di masa yang akan datang, jelas bukan pekerjaan yang mudah, Untuk mempermudah memprediksi, kami akan membagi masa Indonesia setelah merdeka menjadi tiga fase :

1. Fase pertama, Masa Orde Lama

Orde lama berkuasa relatif lama, sekitar 16 tahun, fase ini adalah masa-masa yang paling berat bagi bangsa dan negara, masa transisi ini penuh dengan konflik, baik ditingkat elit maupun akar rumput, hal mana karena ekpekstasi yang berlebihan dari tiap-tiap individu setelah mereka memiliki negara sendiri, bisa mengelola kekayaan negeri sendiri dan mengira bahwa dengan modal kemerdekaan mereka bisa otomatis menjadi berkuasa dan kaya, mereka lupa bahwa mendirikan negara yang besar dengan latar belakang masyarakat, rakyat yang sedemikian majemuk, dengan kondisi geografis yang paling katastrof didunia (indonesia adalah negara kepulauan terbesar didunia), maka mengira modal kemerdekaan saja sudah cukup untuk menyongsong masa depan yang cerah malah berbalik menjadi bencana, kondisi perpolitikan terus memanas, banyak terjadi pemberontakan baik berdasar ideologi maupun rasa ketidakpuasan dari para sesama pejuang karena perbedaan cara pandang akan makna kemerdekaan dan cara mengisinya.

Kondisi politik suatu negara adalah acuan utama untuk melihat kemajuan negara yang bersangkutan. Pada masa ORLA, karena kondisi politik sedemikian panas, sementara militer masih terkotak-kotak dalam ideologi masing-masing, maka perang fisik bisa terjadi kapan saja, para pejuang kita lupa bahwa negara ini diidamkan dan didirikan oleh semua masyarakat indonesia terlepas dari apa ideologi mereka.

Karena pada masa itu pemerintah hanya sibuk mengurusi perpolitikan, maka sektor ekonomi menjadi terbengkalai, rakyat kecil yang dulu sangat berharap meningkat taraf kehidupan mereka meningkat pasca kolonialisme belanda (Hindia Belanda), ternyata nasib mereka bisa dikatakan sama atau malah lebih miskin dibanding masa penjajahan dulu.

2. Fase ke dua, masa Orde Baru

Kami yakin ORBA dibawah Soeharto akan tercatat dalam sejarah sebagai masa rezim berkuasa terlama dalam sejarah Indonesia sampai kapanpun. Konflik antar golongan karena faktor ideologi (agama) bisa diminimalis, faham komunis resmi dilarang, walaupun hal ini bertentantangan dengan hak azasi manusia, namun cara ini ternyata cukup efektif untuk meredam kengototan kaum kanan (islam garis keras) untuk menjadikan indonesia sebagai negara islam. Meskipun rezim ini bertahan lama dan seakan-akan negeri ini makmur, tapi kenyataannya rezim ini penuh banyak konspirasi dan hanya kemakmuran semu yang dicapai bangsa ini, kemakmuran yang didapat dari mengemis ke Negara lain dan korupsi yang sangat mengakar.

3. Fase ke tiga, era Reformasi.

Seharusnya, masa setelah ORBA ini kesempatan kita untuk maju lebih pesat bisa dicapai, karena kebebasan tiap-tiap individu lebih dihargai. Juga, pemerintah jauh lebih transparan, kehidupan demokratis bisa kita nikmati, lembaga legislatif yang notabene adalah bentuk pengejawantahan rakyat (yang kemudian menjadi bentuk pengejawantahan partai) memiliki kekuasaan yang benar-benar setara dengan lembaga eksekutif. Kenyataannya, masa reformasi tidak jauh berbeda dg masa ORBA, korupsi tetap marak, kemiskinan dan pengangguran tetap menjadi momok menakutkan, ditambah lagi, sikap lembek pemerintah terhadap garis keras islam, lahirnya OTDA malah menjadi semacam bumerang yang memukul balik negeri ini utk mundur beberapa langkah kebelakang.

Masyarakat Indonesia ini sangat majemuk, negeri ini terdiri dari ribuan pulau, ada puluhan aliran kepercayaan, banyak suku dan terdiri atas beberapa ras, dengan kenyataan seperti itu, adalah kurang tepat kalau kita ngotot untuk menjadikan hukum praktis sebagai dasar hukum verbal. Karena sikap ngotot ini, maka timbul sikap saling curiga dan waspada, kepercayaan antara sesama anak bangsa menjadi luntur, yang terburuk adalah di era reformasi ini adalah maraknya partai partai politik dan kebebasan demokrasi yang kebablasan dan tidak didasari pada pemahaman mendalam. Masa reformasi sudah memasuki tahun ke 12, namun ternyata keadaan negeri ini tidak membaik secara signifikan, baik disektor perekonomian maupun di sektor sosial politik.

Melihat kondisi realita pemerintahan Indonesia yang seperti ini, maka kita perlu mengetahui sebab-sebab yang ada. Kami menilai sebab-sebab itu antara lain :

a. Krisis kepemimpinan di Indonesia

Krisis kepemimpinan di Indonesia ini disebabkan karena karakter kepribadian masyarakat tidak dibangun secara matang. Melihat konsep pendidikan yang ada di Indonesia maka kita dapat menemukan masalah-masalah yang mendasar dalam sistem tersebut. Jati diri bangsa Indonesia masih belum jelas, mengekor pada kebudayaan lain, mengambil ideologi bangsa lain tanpa mengedepankan ideologi asli bangsa Indonesia.

Sangat langka menemukan pemimpin bangsa seperti Soekarno, Muhammad Natsir, Muhammad Hatta, dan lainnya. Mereka dengan integritas tinggi bekerja dengan totalitas dan loyalitas mampu membawa bangsa menjadi bangsa yang dihargai oleh bangsa di seluruh dunia.

Berbeda dengan pemimpin-pemimpin bangsa saat ini, sejak zaman orde baru dengan kepemimpinan Soeharto dan rezim yang dibangunnya, sampai presiden saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dinilai belum bisa mengangkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Presiden berganti presiden, sejak era reformasi sampai saat ini pemerintah belum bisa mengatasi keterpurukan yang terjadi karena krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998. Hancurnya ekonomi Indonesia dan tingkat inflasi serta nilai tukar rupiah yang anjlok membuat Indonesia dilanda keterpurukan yang sangat parah. Hutang Negara yang berjumlah ribuan triliun rupiah menjdikan bangsa ini melarat di tengah sumber daya alam yang melimpah.

Kondisi Indonesia yang seperti ini menuntut sebuah harga mati yaitu pemimpin yang memiliki visi besar dalam membangun bangsa, integritas, kepemimpinan yang baik, dan berorientasi pada ibadah. Saat ini tidak ada pemimpin yang memiliki semua kemampuan di atas. Kebanyakan pemimpin saat ini hanyalah berorientasi pada hal-hal yang tidak esensional seperti politik menjaga nama baik, pencitraan, dan mengekor pada pengaruh Negara lain. Ini mengakibatkan pemerintah tidak peka pada kondisi rakyat yang ada di bawah, tidak memiliki visi besar dalam mengatasi permasalahan, hanya mengutamakan golongan dan partainya sendiri.

b. Kecerdasan berpolitik yang masih rendah

Setelah masa reformasi dan gejolak politik pada tahun 1998 membuat berbagai kelompok di masyarakat beramai-ramai mendirikan partai politik. Ada yang berhaluan politik demokrasi, Islam moderat, sampai berhaluan Islam yang katanya menyeluruh. Puluhan partai politik mengikuti pemilu pada tahun 1998. Awalnya sebelum masa Orde Baru runtuh, hanya ada tiga partai politik yang mengikuti pertarungan di negeri ini. Partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Pertai Demokrasi Indonesia (PDI), dan Partai Golkar. Dengan bermunculannya partai politik yang menjamur seperti ini membuat bangsa ini semakin terkotak-kotak dengan berbagai kepentingan antar golongan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat.

Tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah juga semakin menurun drastis. Bergantinya kepemimpinan presiden dari sejak turunnya presiden Soeharto dan digantikan oleh Habibie sampai masa kepemimpinan SBY saat ini banyak menimbulkan polemik dan rasa kekecewaan rakyat di tanah air. Hal ini bisa dilihat dari keikutsertaan masyarakat di Indonesia terhadap pemilihan umum yang diselenggarakan KPU maupun KPUD yang tersebar dalam pemilu legislatif, pemilu presiden, dan berbagai Pilkada yang dilakukan di seluruh tanah air. Tingkat pemilih yang tidak ikut serta dalam memilih bisa mencapai angka 50%. Ini sangat memprihatinkan kita semua. Dengan rendahnya tingkat keikutsertaan pemilu di tanah air, maka rendah pula tingkat kepercayaan rakyat kepada pejabat yang memerintah, baik itu presiden dan kebinetnya, serta pejabat legislative di pusat maupun daerah.

Menganalisa berbagai kondisi tersebut, maka KAMMI memposisikan diri sebagai organisasi pemuda dan mahasiswa yang tetap mengawal jalannya pemerintahan, tetap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah, dan menjadi wadah pencerdasan politik bagi masyarakat.

c. Politik yang hanya mengandalkan figuritas

Melihat kemenangan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2004 dan 2009 menunjukkan bahwa partai Demokrat sangat mengandalkan kepemimpinan tunggal yang melekat pada diri SBY. Meski kesatuan kadernya sangat renggang dan terjadi persaingan kekuasaan di dalamnya, SBY dengan kekuatan figuritasnya dapat mempersatukan seluruh elemen yang ada di bawah strukturnya.

Meskipun dengan cara mengandalkan figuritas namun cara ini terbukti ampuh untuk menarik perhatian dan kecintaan pada sosok SBY. Cara seperti ini sangatlah tidak baik dalam mengajarkan politik kepada masyarakat. Rakyat dibuat bodoh dengan politik sehingga mereka tidak bisa mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan mereka. Para pejabat hanya turun ke masyarakat ketika menjelang pemilu saja, kemudian mereka memberiikan berbagai macam janji palsu dan harapan ke masyarakat. Ditambah lagi dengan money politik yang membeli suara rakyat dengan harga murah. Cara-cara seperti inilah yang merusak iklim politik di Indonesia. Dengan figuritasnya saja tanpa diimbangi dengan kapabilitas sebagai seorang pemimpin, maka sama saja seperti menina bobokan rakyat dengan khayalan dan mimpi belaka. Setelah itu mereka para pemimpin hanya memikirkan gimana caranya agar uang kampanye dia bisa kembali. Menggunakan gaya hidup yang sangat tinggi dan tidak peka dengan kondisi rakyat yang memilihnya. Inilah watak pemimpin yang hanya menggunakan figuritas dan harta yang ia miliki untuk memperoleh kekuasaan.

Krisis kepemimpinan yang terjadi menimbulkan banyak sekali efek terhadap kondisi bangsa Indonesia. Kondisi ini seperti yang telah dijelaskan di bab permasalahan bangsa Indonesia telah kita lihat bahwa betapa parahnya kondisi bangsa ini. Krisis di segala bidang meliputi ekonomi, sosial, politik, budaya, dan bencana alam yang terjadi belakangan ini membuat bangsa Indonesia harus segera diselamatkan.

Untuk melihat ke masa depan, maka harus kita lihat kondisi bangsa saat ini. Berbagai realita yang kita hadapi dan banyak sekali permasalahan, maka kita bisa melihat bahwa kondisi seperti ini sangat sulit untuk diatasi kecuali dengan beberapa tahapan-tahapan yang sistematis. Tahapan-tahapan ini antara lain :

  1. Menyiapkan pemimpin yang tangguh
  2. Mencerdaskan masyarakat agar paham kondisi sosial
  3. Menyiapkan kader-kader terbaik untuk ditempatkan tempat tertentu
  4. Menguasai sektor perekonomian untuk membangun ekonomi kerakyatan

Bangsa Indonesia di masa yang akan datang akan menghadapi berbagai macam tantangan dari luar dan dalam. Tantangan dari luar yang paling utama adalah bagaimana Indonesia bisa mandiri dan lepas dari cengkraman bangsa lain, lalu tantangan utama dari dalam adalah bagaimana merapihkan pemerintahan dengan lembaga-lembaganya dan reformasi birokrasi di segala bidang yang dinilai sangat berbelit-belit.

Masa depan Indonesia ditentukan dari mimpi-mimpi para pemudanya saat ini. Kenyataan di masa yang akan datang itu dibangun dari mimpi-mimpi dan kerja nyata dari pemuda Bangsa saat ini. Masa depan bangsa Indonesia jika dibangun dari hal di atas.

2. Arah Gerak KAMMI dalam Berbagai Aspek

Sudah 12 tahun semenjak awal orde reformasi dan berdirinya KAMMi, banyak yang sudah KAMMI lakukan dan lebih banyak lagi PR besar KAMMI untuk bangsa ini. Sebagai wajihah dakwah dan wajihah pengkaderan, KAMMI memposisikan dirinya sebagai bagian penting yang tidak terpisahkan dari umat dan pemuda. Umat yang kondisinya sangat memprihatinkan ini menjadi perhatian kita.  Pemuda yang menjadi bahan bakar gerakan kita juga sudah semestinya menjadi fokus kerja-kerja kita. Umat dan pemuda yang menjadi objek bagi kerja-kerja kita dapat dengan sekuat tenaga kita berdayakan.

Untuk menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia, meski mungkin tidak seluruhnya bisa KAMMI selesaikan, KAMMI memiliki tradisi perjuangan yang tercantum dalam prinsip gerakan KAMMI. Tradisi itu yakni adalah perbaikan. Perbaikan adalah tradisi perjuangan KAMMI. Maka dari itu KAMMI selalu menerapkan dalam setiap program kerjanya yakni adalah perbaikan. Masalah-masalah yang ada di masyarakat, umat, dan bangsa semaksimal mungkin kita adakan perbaikan-perbaikan. Permasalahan itu sudah kami jelaskan dalam pembahasan di atas. Adapun arah gerak KAMMI kedepan adalah :

Dalam Bidang Politik, antara lain

a)      Mengawasi kerja pemerintah dan mengawal isu-isu dan keputusan yang dibuat

b)      Memberi masukan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan

c)       Mendesak pemerintah untuk menentukan sikapnya terhadap isu yang KAMMI tuntut

d)      Memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat

e)      Mengawal proses pemilihan umum dan pilkada yang diselenggarakan KPU dan KPUD

Dalam bidang kemasyarakatan, antara lain

a)      Memberikan pendidikan teknis kepada masyarakat yang membutuhkan

b)      Membuat desa/wilayah binaan di setiap KAMMI Daerah di seluruh Indonesia untuk diberdayakan sesuai dengan potensi yang ada di desa itu sekaligus berdakwah

c)       Mengadakan kegiatan pemberdayaan wanita dan penyadaran terhadap kewajiban

d)      Bekerja sama dengan berbagai ormas dan LSM yang ada untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan

Untuk menjaga kemandirian gerakan dan memiliki kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri, maka perlu bagi KAMMI untuk menggagas ide-ide dalam membangun ekonomi di wajihah dakwah ini. Hal ini ditujukan agar KAMMI memiliki izzah sebagai organisasi dan memiliki independensi yang tidak bisa diganggu oleh pihak luar. KAMMI sebagai wajihah dakwah dan pengkaderan yang memiliki jumlah kader sebanyak lebih dari 150.000 yang tersebar di tanah air harus memiliki basis ekonomi yang kuat dan dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang ada di KAMMI.

Bisa dilihat dari struktur yang KAMMI buat terhadap distribusi kader pada masa yang akan datang. KAMMI menilai bahwa penyiapan kader pada masa sekarang ini ditujukan pada menyiapkan para pemimpin masa depan. Berbagai macam bidang keahlian seperti eksekutif, legislative,  yudikatif, serta sektor usaha swasta yang masih kita anggap remeh. Oleh karena itu perlu persiapan penting dalam membina karakter sesuai dengan bidang keahliannya. Sebagai Muslim Negarawan, maka sudah saatnya kita bergerak ekspansi dakwah kita dalam arah vertikal dan horizontnal. Adapun fokus kita adalah :

a)      Dakwah Vertikal

Dalam dakwah vertikal yang kami maksud di sini adalah. Kita harus bisa menempatkan kader-kader terbaik kita untuk mengisi pos-pos yang ada pada lembaga pemerintahan yang ada di Indonesia.

Contohnya adalah kita haru mampu mempersiapkan kader-kader yang memiliki kompetensi dalam memimpin bangsa dan telah belajar ilmu politik, hukum, dan ketatanegaraan.

b)      Dakwah horizontal

Dakwah horizontal adalah dengan cara bagaimana interaksi kita kepada masyarakat bisa menjadikan mereka sebagai. Contohnyaakh luqman adalah menempatkan tenaga ahli dalam bidang riset dan ilmu pengetahuan sesuai  dengan kompetensinya. Kita bisa berdakwah melalui bidang kita dengan memasuki bidang-bidang yang belum banyak dikuasai oleh orang lain, yakni sector ekonomi swasta.

Dengan ekonomi swasta yang mandiri, maka kita bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang yang belum memiliki pekerjaan, kita bisa mengurangi jumlah pengangguran dan yang paling terpenting lagi adalah bagaimana kita bisa mandiri dan dari ketergantungan dan campur tangan dari kepentingan goongan lain.

3. Untuk Ibu Pertiwi, Saksikanlah Bahwa Aku Seorang Muslim Negarawan

Negeri ini sudah terlalu lelah dalam kehancurannya. Rakyat Indonesia juga sudah terlalu bosan dalam keterpurukkannya. Pemuda bangsa juga sudah terlalu jauh dari jalan yang seharusnya mereka lewati. Dengan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadist, maka KAMMI kembali menegaskan dirinya sebagai gerakan pemuda Islam di Indonesia yang perhatian kepada perbaikan bangsa Indonesia. KAMMI dengan keterbatasannya masih tetap melangkah selama langit belum runtuh dan selama bumi ini masih mampu menjadi tempat KAMMI berpijak.

Sudah terlalu banyak sejarah kelam bangsa ini yang seharusnya tidak terjadi, karena negeri ini kaya, amat sangat kaya bahkan. Sehingga kami yakin bahwa negeri ini bisa bangkit dalam berbagai keterbatasan yang melandanya. Kami yakin bahwa kejadian kelam di masa lalu hanya menjadi bayangan yang akan bersama bangsa ini kemana pun bangsa ini pergi.

Kejadian di masa lalu bisa menjadi gambaran bagaimana negeri ini amat diminati oleh bangsa lain sehingga bangsa ini selalu dijajah oleh bangsa lain. Sampai detik ini pun bangsa Indonesia masih belum lepas dari keterpurukannya. Bangsa ini bahkan belum menemukan jati dirinya. KAMMI, sebagai gerakan pemuda Islam yang mencintai umat dan bangsa ini, tidak akan pergi meninggalkan negeri ini. Jiwa dan raga akan kami berikan untuk negeri ini. Itu semua karena cinta kami padamu, wahai ibu pertiwi.

-Bunga Rampai Kelompok 3-

Dauroh Marhalah III KAMMI Wilayah Jawa Barat & Megapolitan

Definisi Paradigma

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.

Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk “membandingkan”, “bersebelahan” (para) dan memperlihatkan (deik).

Kuntowijoyo mengatakan bahwa paradigma Al-Qur’an berarti suatu konstruksi pengetahuan yang dapat memungkinkan kita memahami realitas sebagaimana Al-Qur’an memahaminya.

Pada intinya paradigma adalah  ibarat kacamata untuk melihat sebuah masalah dari sudut pandang tertentu dan menjadi dasar atau alasan bagi seseorang untuk bersikap, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita layaknya sumber dari pedoman untuk menempatkan diri.

Urgensi paradigma bagi gerakan

Setiap gerakan pasti memiliki landasan untuk bergerak, namun terkadang lupa atau tidak mampu mendefinisikan keberadaan gerakan tersebut melalui paradigma atau cara pandang yang tepat sehingga mudah dipahami dan diterima oleh sistem sosial yang ada. Pada akhirnya pergerakan yang hebat itu mengalami ketidakjelasan arah dan berhenti total karena ideologi dan paradigmanya tidak berlaku lagi bagi manusia.

Pergerakan yang revolusioner dan kuat seperti komunisme, nazi, dan fasisme telah melalui tahapan yang cukup jauh untuk mencoba menguasai dunia dengan ideologi yang mereka bawa masing-masing. Akan tetapi pada hakikatnya banyak sekali yang menentang kehadiran mereka di muka bumi dan sudah sepantasnya orang-orang seperti mereka diperangi. Sikap mereka bertentangan dengan naluri manusia untuk hidup tentram, tanpa penindasan, dan keserakahan fanatisme golongan. Mereka bersikap layaknya penguasa dunia dan berbuat seenaknya. Mereka merasa bahwa kaum mereka lebih tinggi derajatnya daripada bangsa yang lain sehingga dengan idologi tersebut mereka berhak menjajah dan menindas bangsa yang lain.

Pada hakikatnya ada kebaikan di antara idologi atau pesan peradaban yang mereka bawa, akan tetapi paradigma yang keliru membuat mereka memandang segala sesuatunya melalui kacamata keserakahan dan memaksakan ideologi mereka melalui paradigm penjajahan terhadap bangsa yang lain. Jelas sekali bahwa mereka akan mendapat banyak perlawanan yang keras dari golongan atau bangsa yang tidak rela untuk dijajah oleh mereka.

Lain halnya dengan islam, risalah yang diturunkan untuk seluruh ummat manusia di dunia. Risalah islam diturunkan dengan rahmat dan kasih sayang. Tujuannya adalah bukan untuk menjajah manusia akan tetapi memerangi kebathilan dan menegakkan keadilan sehingga diatas bumi tidak ada lagi kemungkaran dan ketidakadilan. Islam merupakan ideologi yang berlaku bagi siapa saja. Tidak hanya untuk orang timur tengah, islam juga berlaku bagi orang eropa, asia, afrika, amerika. Islam bukanlah idoelogi untuk orang kulit hitam saja atau kulit putih saja. Islam ideologi bagi seluruh suku bangsa yang ada di dunia. Dengan segala kesempurnaannya Islam sudah selayaknya menjadi satu-satunya ideologi yang berlaku di muka bumi.

Sayangnya, tidak semua pergerakan yang mengaku menggunakan label Islam atau ideologi mereka Islam memiliki paradigm yang jelas dan terarah sesuai dengan pedoman ajaran Islam itu sendiri. Ada pergerakan yang hanya menyuarakan khilafah dan menuntut persatuan seluruh ummat Islam di dunia dengan segala atribut dan yel-yel yang mereka tawarkan kepada masyarakat khususnya di Indonesia. Paradigma mereka hanya sebatas menyuarakan itu saja. Ketika diteliti lebih jauh lagi, masih banyak aspek yang mereka lupakan seperti mengokohkan aqidah ummat, membenahi ibadah agar benar, membangun basis sosial dan politik yang kuat, membangun basis ekonomi Islam yang stabil agar bermanfaat bagi ummat. Masih banyak sekali aspek yang harus dibangun dari pondasi terbawah sedangkan mereka hanya meneriakkan kata khilafah tanpa melihat realitas yang ada. Bisa diibaratkan bahwa mereka ingin naik ke lantai tertinggi dalam sebuah bangunan namun tanpa membangun tangganya terlebih dahulu. Paradigma yang keliru membuat mereka terjebak dalam fanatisme golongan dan menimbulkan perpecahan yang lebih besar.

Oleh karena itu paradigma sangatlah penting bagi sebuah gerakan karena menjadi sebuah landasan dalam bersikap, bergerak, dan menjadi cara pandang dalam menghadapi segala tantangan yang ada dalam perjalan gerakan tersebut menuju cita-cita yang diperjuangkannya. Paradigma gerakan menjadi jalur bagi gerakan menuju cita-cita yang akan mereka capai.

Definisi paradigma gerakan KAMMI

Menurut GBHO KAMMI (Bab I pasal 1 poin 7), paradigma adalah cara pandang menyeluruh (holistik) KAMMI terhadap dirinya sendiri dan cara mendefinisikan perannya di dalam realitas kebangsaan dan peradaban.

Paradigma Gerakan KAMMI membentuk konstruksi gerakan dan menderivasikannya dalam program dan agenda gerakan.

Konsep empat paradigma gerakan KAMMI

1. KAMMI adalah gerakan da’wah tauhid

Tafsir dari kalimat tersebut adalah

  1. Gerakan da’wah tauhid adalah gerakan pembebasan manusia dari segala bentuk penghambaan terhadap materi, nalar, sesama manusia dan lainnya, serta mengembalikan pada tempat yang sesungguhnya yaitu Allah SWT.
  2. Gerakan da’wah tauhid merupakan gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban kemanusiaan yang berdasar pada nilai-nilai universal wahyu ketuhanan (ilahiyah) yang mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).
  3. Gerakan da’wah tauhid adalah gerakan perjuangan berkelanjutan untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

2. KAMMI adalah gerakan intelektual profetik

Tafsir dari kalimat tersebut adalah

  1. Gerakan intelektual profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan akal nalar.
  2. Gerakan intelektual profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal.
  3. Gerakan intelektual profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan, perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.

3. KAMMI adalah gerakan sosial independen

Tadir dari kalimat tersebnut adalah

  1. Gerakan sosial independen adalah gerakan kritis yang menyerang sistem peradaban materialistik dan menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid.
  2. Gerakan sosial independen merupakan gerakan kultural yang berdasarkan kesadaran dan kesukarelaan yang berakar pada nurani kerakyatan.
  3. Gerakan sosial independen merupakan gerakan pembebasan yang tidak memiliki ketergantungan pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.

4. KAMMI adalah gerakan politik ekstraparlementer

Tafsir dari kalimat tersebut adalah

  1. Gerakan politik ekstraparlementer adalah gerakan perjuangan melawan tirani dan menegakkan demokrasi egaliter
  2. Gerakan plitik ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultur dan strultural yang berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan melakukan pemberdayaan institusi-institusi sosial atau rakyat dalam mengontrol proses demokrasi formal.


Kesimpulan

Paradigma gerakan merupakan hal yang mendukung segala sesuatu yang akan dilakukan ke depannya oleh gerakan itu sendiri. Paradigm gerakan juga mendukung sikap dan arah gerak untuk menuju cita-cita yang diharapkan. Paradigma gerakan KAMMI yang terdiri dari empat hal yaitu gerakan da’wah tauhid, intelektual profetik, sosial independen, dan politik ekstraparlementer merupakan kacamata atau cara pandang KAMMI terhadap kerja da’wahnya. Keempat hal tersebut menjadi jalur bagi KAMMI untuk melangkah dan berkontribusi dalam memperbaiki kondisi bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensi. Pada jalur ini juga KAMMI menyeru kepada ummat Islam untuk bersama-sama dengan KAMMI berjuang mencapai tujuan kita yang dicita-citakan ummat Islam bersama.

Paradigma yang digunakan KAMMI sebagai landasan dalam geraknya dapat menjadi sebuah posisi yang seimbang di tengah ummat, di sistem sosial, dan juga dihadapan para penguasa pemerintahan. Posisi KAMMI di tengah ummat sebagai penyeru untuk memberbaiki ummat Islam dengan menegakkan aqidah serta mengembalikan kepada tauhid. Posisi KAMMI di tengah sistem sosial juga netral dan adil dengan tidak memihak pada golongan tertentu dan menjaga independensi dirinya. Posisi KAMMI juga harus mendapat pengakuan dari pemerintah dan penguasa yang ada sehingga mereka senantiasa dipantau dalam langkah dan kebijakan yang mereka jalankan. Apabila para penguasa dan pemerintah melakukan tindakan yang mencederai kepentingan dan hati rakyat Indonesia dan ummat Islam, maka KAMMI akan berada pada barisan terdepan dalam menentang segala apapun tindakan pemerintah itu. Semoga KAMMI senantiasa konsisten dalam menerapkan paradigma gerakan yang mereka rumuskan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.