Berlari kau di jalan, lari dalam kepasrahan
Bercanda kau di lapang, canda dalam ke sengsaraan
Hingar bingar kehidupan terasa sepi tak berarti
Hanya penat dan kerasnya hidup ada dalam hati
Terik matahari bercampur peluh di badan
Debu seakan menjadi pemoles keluguaan
Berteriaklah pada takdir jika kau mau
Tak ada yang mendengar kau pun berlalu
Salahkah bunda yang melahirkan
Seakan kau sampah lalu dicampakkan
Ada layang-layang biru menari di atas lapang kecil berbatu
Senyum riangmu hadir melenyapkan waktu
Seperti berjelaga jika kau diam terpaku
Setiap malam kau duduk menangis tersedu
Hanya angin dan sepi yang ada menemani
Hidupmu seakan derita tak bertepi
Kasih sayang hanyalah mimpi di musim semi
Tetaplah kau di jalan berlari sendiri
Sampai fajar tak lagi indah di Februari
(diciptakan dalam perasaan sedih mendalam pada komunitas Anak Jalanan Buah Batu, Bandung)
-The Half Blood Prince-
