Category: My Poems


ANAK JALANAN BUAH BATU

Berlari kau di jalan, lari dalam kepasrahan

Bercanda kau di lapang, canda dalam ke sengsaraan

Hingar bingar kehidupan terasa sepi tak berarti

Hanya penat dan kerasnya hidup ada dalam hati

Terik matahari bercampur peluh di badan

Debu seakan menjadi pemoles keluguaan

Berteriaklah pada takdir jika kau mau

Tak ada yang mendengar kau pun berlalu

Salahkah bunda yang melahirkan

Seakan kau sampah lalu dicampakkan

Ada layang-layang biru menari di atas lapang kecil berbatu

Senyum riangmu hadir melenyapkan waktu

Seperti berjelaga jika kau diam terpaku

Setiap malam kau duduk menangis tersedu

Hanya angin dan sepi yang ada menemani

Hidupmu seakan derita tak bertepi

Kasih sayang hanyalah mimpi di musim semi

Tetaplah kau di jalan berlari sendiri

Sampai fajar tak lagi indah di Februari

(diciptakan dalam perasaan sedih mendalam pada komunitas Anak Jalanan Buah Batu, Bandung)

-The Half Blood Prince-

Pagi Ku Tak Kembali

Semerbak mewangi tanah basah daun berembun

Debu dan bingar lenyap dalam keheningan pagi

Seakan tak ingin terusik kepenatan ku berbisik

Duhai indahnya bintang yang bercahaya cantik

Semburat fajar merona jauh di ufuk timur

Menghapus kegelapan dengan harapan

Kini ku berdiri menatap cakrawala impian

Sendiri ku mulai langkahkan kaki

Meski tertatih dan letih ku harus berlari

Berlari, terengah, terjatuh lalu bangkit lagi

Meski tanpa kau lagi yang menemani

Ku harus ayunkan kaki tanpa henti

Menapaki kerikil berpasir kakiku getir

Sejenak ku berhenti kemudian berpikir

Mengapa ku tak melihat kau di sini

Lelahkah dengan beban yang ada di bahumu

Sampai kau terdiam membisu terkalahkan waktu

Mengkhianati janji dan pergi tak kembali

Angin pun tak tahu kemana kau pergi

Meski kau terdiam ku akan tetap berlari

Ku ingin cepat bertemu denganmu pasti

Karena pagiku tak akan kembali lagi

Ku harap kita bertemu sore nanti

-The Half Blood Prince-

Bukan untukmu Aku Hidup

Kau tahu dunia tak akan gelap dan sunyi

Selama ada matahari yang setia menemani

Begitu pula diriku dengan adanya kamu

Hidup bergairah tanpa rasa jemu

Kau tahu pagi tak akan begitu syahdu

Selama ada burung yang bernyanyi merdu

Begitu pula dengan arti hadirmu disini

Disudut hatiku yang paling berarti

Ku tahu kau ingin bebas menari

Seakan waktu tak ingin menahanmu pergi

Sepi dan sendiri terkadang aku benci

Hanya heningnya malam jadi teman sejati

Ku tahu semua itu memang inginmu

Dan ku akan memenuhinya untukmu

Bukan karena ku kuat tanpa hadirmu

Percayalah setiap malam ku menangis pilu

Ku sebut namamu dalam doa dihati

Berharap Allah menjagamu pasti

Tak peduli ada atau tiadanya dirimu

Ku ingin selalu berdoa demi kebaikanmu

Kau pun tahu besarnya cintaku padamu

Tak usah kau ragukan lagi kesetiaanku

Bukan karena hidupku hanya untukmu

Tapi karena ku ingin hadirku berarti bagimu

Meski hujan akan setia bersama sepiku

Tetap akan ada pelangi yang datang menghiburku

Warna-warni indah yang saling berpadu

Biarlah mengingatkanku akan arti dirimu

Warna keindahan yang selalu menghiasi langit hatiku

 

-The Half Blood Prince-

Cinta Dalam Diam

Manusia berhak bilang cinta

Cinta membuat manusia mulia

Cinta juga yang menjatuhkannya hina

Jangan salahkan mereka, itu biasa

Menjadi tak biasa jika kita bilang cinta

Bukan karena kita hidup tanpa cinta

Atau terlalu takut kita memilikinya

Ku percaya ada cinta untuk kita

Kita pun ada ke dunia karena cinta

Tidak hanya nyawa dan raga belaka

Aneh jika kita bilang cinta, tabu katanya

Kita bukan mereka, biasa bilang cinta

Sujud kepada cinta, menyembah dan memujanya

Terbuai dalam alunan keindahan nan fana

Lalu jatuh dalam kehinaan di mata-Nya

Ada apa dengan kita, tak bisa bilang cinta

Meninggalkan hati menjadi sia-sia saja

Diam dalam seribu bahasa dan makna

Ada apa dengannya, hilang begitu saja

Angin pun tak memberi kabar kemana

Ku tahu kau menjaga cinta, aku pun juga

Hanya untuk-Nya, dan selalu kepada-Nya

Namun jika ragaku masih bernyawa

Ku akan kembali dalam satu purnama

Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untukku, bukan untuk siapa

Tapi untuk-Nya, karena aku ingin kamu, itu saja

-The Half Blood Prince-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.