Category: Umum


 

A. Waktu, tempat acara, dan infak

-          18-22 Mei 2011

-          Waktu registrasi : hari rabu 18 Mei 2011 jam 12.00-13.00 (peserta sudah wajib di tempat Acara)

-          Tempat di wisma Perindustrian dan Perdagangan, Jl. Setiabudi km 11 no.4, dari terminal ledeng ke atas menuju lembang, di dekat kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

-          Infak Peserta 100 ribu rupiah

B. Administrasi peserta yang wajib dibawa (jika tidak membawa salah satunya maka tidak diperkenankan ikut Dauroh Marhalah II)

-          Berkas seleksi DM 2 dari tim seleksi berupa soal, jawaban, dan rekap nilai (untuk peserta di luar KAMDA Bandung)

-          SK Sertifikasi AB 1 dari KAMMI Daerah, boleh secara kolektif (untuk peserta di luar KAMDA Bandung)

-          Surat Rekomendasi dari KAMMI Daerah atau Ketua Komisariat, boleh secara kolektif

-          Surat Rekomendasi Murobbi

-          Hardcopy tugas makalah

-          Hardcopy Application form yang berisi biodata (ada di email)

-          Foto ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar

-          Membawa minimal 2 buku dari daftar referensi makalah yang dikerjakan

-          Membawa 5 buku yang wajib di bawa (pilih 5 dari 7 buku):

  1. Dari Gerakan ke Negara (Anis MAtta)
  2. Manhaj Haroki (Muhammad Munir Al Ghadaban)
  3. Menuju Jamaatul Muslimin
  4. Mukaddimah, Ibnu Khaldun
  5. Fiqih Dakwah 1 atau 2, Syaikh Musthafa Mansyur
  6. Pilar-pilar kebangkitan ummat
  7. Al Ahkam Al Sulthoniyah
  8. Perlengkapan yang harus dibawa
    1. Pakaian saat materi (WAJIB karena sifatnya formal)
      1. Ikhwan         : Kemeja lengan panjang, Almamater/jaket KAMMI, Celana hitam kain, Sepatu, dan sabuk/ikat pinggang.
      2. Akhwat        : pakaian dan kerudung resmi (bukan yang berbahan kaos)
    2. Pakaian olahraga : kaos, pdl, sepatu kets
    3. Pakaian ibadah
    4. Al Quran dan Al Ma’tsurat
    5. Alat tulis menulis
    6. Baju dan perlengkapan mandi untuk 5 hari 4 malam, jaket tebal, ponco
    7. Gelas pribadi
    8. Boleh membawa makan ringan
    9. Makanan berat untuk sore pada hari pertama

 

  1. Sambutan Ketua MPD (Akh Wayan Sohib, S.pd)
  • Tantangan terbesar KAMMI adalah memobilisasi gerakan secara internal dan eksternal
  • Agenda KAMMI secara sederhana dapat diartikan dengan mensholehkan diri sendiri kemudian mensholehkan orang lain
  • KAMMI harus mampu menentukan siapa musuhnya, musuh secara politik dan musuh gerakan (terkadang permasalahan internal merupakan musuh dalam tubuh KAMMI sendiri)
  • KAMMI Daerah harus mampu menempatkan kader-kader terbaik dari komisariat-komisariat sehingga memiliki spirit petarung, pemikir, dan eksekutor lapangan
  • Mengatasi masalah internal dan pribadi, jangan sampai mengotori gerakan dakwah

 

  1. Diskusi dengan MPD (AKh Wayan Sohib, S.Pd & Akh Syamsul Ma’arief, C.SH)
  • KAMDA Bandung merupakan KAMDA yang menjadi panutan bagi KAMMI Daerah lain, tunjukkan bahwa kita memang pantas sesuai dengan ekspektasi kader
  • Jangan sampai KAMMI Daerah Bandung melubangi kapal sebelum kapal itu turun ke laut, artinya jangan sampai gagal merencanakan karena itu sama saja merencanakan kegagalan
  • Jargon KAMDA Bandung : Kokoh, Sinergis, dan Bermartabat
  • KAMDA Bandung diharapkan mampu meningkatkan hubungan pertemanan dan mengokohkan internal, memperbanyak agenda nonformal untuk membeli hati dan kepercayaan sehingga membentuk hubungan pertemanan yang erat, bukan hanya sebatas hubungan professional kerja
  • Pelayanan optimal dengan cara sholehkan diri pribadi untuk selanjutnya mensholehkan orang lain
  • Hilangkan egosentris tiap departemen sehingga kerja semua departemen bisa sinergis, jangan sampai jaka sembung bawa gitar…jreng
  • Sistem KAMMI harus kuat dengan melakukan modifikasi agenda formal menjadi agenda nonformal agar lebih persuasive dan tidak kaku
  • KAMMI itu tetap maju karena masih memiliki sistem dan tradisi yang kuat dan harus selalu dijaga dan bukan hanya tugas Departemen Kaderisasi saja
  • KAMMI harus bisa memenangkan dakwah di semua kampus, ini adalah isu yang harus terbangun dan komisariat yang maju harus berani melebarkan sayapnya ke kampus yang belum ada KAMMI
  • Agenda kerja departemen harus berawal dari manhaj
  • Untuk mencapai KAMMI yang bermartabat harus mulai memimpin dan mengambil peran di setiap kampus agar memiliki bargaining position yang kuat
  • Ada beberapa hal yang hilang di kepengurusan saya (akh Syamsul) yaitu peran akhwat yang kurang dimunculkan potensinya (kurang dilibatkan). KAMDA Bandung kehilangan peran tokoh senior (bapak & ibu) bagi KAMDA, inilah yang menyebabkan KAMDA Bandung belum terbangun ikatan emosionalnya. Membangun ikatan emosional harus dilakukan untuk menghilangkan kekakuan internal
  • Cirri organisasi yang sukses adalah organisasi yang rapat tepat waktu, agenda berjalan, dan keputusan dapat tereksekusi semua
  • KAMMI Daerah Bandung harus mulai menanamkan tradisi tepat waktu dan jangan membenarkan kesalahan yang dibuat
  • Ujian aktifis dakwah harus jelas dengan besarnya Tadhiyahnya
  • Membentuk forum akhwat yang jelas fungsinya sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik dan bermanfaat
  • Pola kepemimpinan merupakan paradigma awal dari sistem kepemimpinan itu, buatlah senyaman mungkin dengan kondisi kepengurusan, jangan ada figuritas dalam setiap departemen sehingga jika tokoh sentral tersebut tidak ada maka agenda akan tetap berjalan dengan lancar. Buatlah komitmen untuk membawa kepengurusan hingga akhir tahun
  • Membangun paradigm Manhaj sehingga bekerja tidak hanya di dalam bidangnya sendiri saja, melainkan bisa mensukseskan bidang lain

  • PENDAHULUAN

Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kepada kita hikmah dan keteguhan hati sehingga sampai hari ini kita masih diberikan keistiqomahan dan komitmen yang kuat dalam mengemban amanah di kepengurusan KAMMI Daerah Bandung periode 2011-2013. Kepengurusan yang kurang lebih satu bulan ini terbentuk diharapkan bisa melanjutkan kerja kepengurusan sebelumnya yang sudah melakukan banyak hal di kota Bandung ini. KAMMI sebagai elemen masyarakat yang membawa citra intelektual dan kepemudaan menjadi salah satu harapan perbaikan yang ada di kota Bandung. Oleh karena itu arah gerak KAMMI harus memiliki muatan dan ciri khas tersendiri dibandingkan dengan gerakan yang lain.

Dalam rangka melebarkan arah gerak KAMMI Daerah Bandung kedepan, maka dibentuklah Departemen Pengembangan Komisariat (DPK) yang akan menjadi pelengkap dari kerja Departemen lain yang ada di KAMMI seperti Departemen Kaderisasi, Kebijakan Publik, Pengembangan Masyarakat, Biro Kemuslimahan, dan LSO Ekonomi. Semua departemen diharapkan bisa kerja secara harmonis yang saling melengkapi satu sama lain dan bisa menciptakan perbaikan secara signifikan. Agar departemen saling melengkapi satu sama lain diharapkan ada komunikasi yang intensif dan dapat menjaga ego pribadi sehingga tidak ada lagi program kerja yang dimeriahkan satu departemen saja, yaitu departemen yang membuat hajat acara.

Melihat arah gerak KAMMI Daerah Bandung ke depan yang makin meluas dan berkembang, maka KAMMI Daerah Bandung memiliki Departemen Pengembangan Komisariat (DPK). Departemen Pengembangan Komisariat (DPK) merupakan departemen yang berfungsi sebagai stimulus positif dan partner kerja dari komisariat yang sudah ada untuk meningkatkan atau minimal mempertahankan mutunya. Disamping itu DPK juga memiliki peran untuk membentuk komisariat baru di kampus yang belum ada komisariat KAMMI. Arah gerak DPK kedepan pun telah memiliki beberapa target yang telah ditetapkan. Dengan berbagai harapan dan cita-cita kita semua serta diiringi dengan kerja keras dan doa secara kontinu maka marilah kita bersama-sama melangkah dan menyongsong kepengurusan yang baru demi terciptanya KAMMI Daerah Bandung yang kokoh, seimbang, dan berkembang secara signifikan.

  • VISI DAN MISI

a)      Visi Departemen

Menuju KAMMI Daerah Bandung yang kokoh, seimbang, dan berkembang secara signifikan

b)      Misi Departemen

  1. Penguatan kader di internal Departemen Pengembangan Komisariat
    1. Menjalin hubungan komunikasi yang baik dan intensif antar departemen KAMMI Daerah Bandung
    2. Menguatkan pembinaan secara struktur organisasi ke setiap komisariat di KAMMI Daerah Bandung
    3. Melakukan komunikasi intensif dengan seluruh komisariat dengan mengedepankan perhatian dan pelayanan
    4. Membuat jaringan yang baik ke kampus-kampus yang telah ditargetkan menjadi proyek pengembangan KAMMI Daerah Bandung kedepan
    5. Mendokumentasikan dan sosialisasi konstitusi KAMMI dari tingkat KAMMI Pusat, KAMMI Wilayah, dan KAMMI Daerah untuk merapihkan kerja komisariat
    6. Melakukan evaluasi secara berkala untuk menjaga dan meningkatkan kualitas komisariat

  • STRUKTUR KEPENGURUSAN DEPARTEMEN

a)      Ketua                                     : Irfan Maulana Basya (IT Telkom 2007/AB3)

b)      Sekretaris dan Bendahara      : Sarah Komalaningsih (UPI 2007/AB3)

c)       Staff                :

  • Toto Hidayat (UIN SGD 2008/AB3)
  • Fakhrunnas (UNPAS 2007/AB2)
  • Irawati Mar’atussholihah (UIN SGD 2006/AB2)
  • Mila Fardiyanti (UIN SGD 2007/AB2)
  • Ririn AKD (UIN SGD 2007/AB2)
  • Ridhi Asqolany (IT Telkom 2009/AB2)

ANALISIS SWOT

Strength

  • Jaringan kampus yang kuat dan komunikatif
  • Penyebaran komisariat yang didukung dengan wilayah strategis
  • Tradisi intelektual dan berorganisasi yang tumbuh di setiap kampus
  • Jumlah kader yang tersebar di berbagai kampus yang komisariat maupun non-komisariat
  • Pencitraan KAMMI yang positif di lingkungan kampus
  • Program Akreditasi Komisariat yang strategis dalam memperkokoh, mengevaluasi, dan mengembangkan organisasi dan kaderisasi

Weakness

  • Keaktifan yang kurang membudaya di lingkungan KAMMI
  • Terlalu mengandalkan personal tertentu dalam menggaggas ide gerakan
  • Terbatasnya para pemikir dan penggerak KAMMI di komisariat
  • Pengawasan Akreditasi Komisariat yang kurang intensif dan spesifik
  • Pendataan internal komisariat dan analisa kampus yang belum terurut secara administratif
  • Program kerja KAMMI yang kurang konstitusional dari minimalisnya informasi terhadap konstitusi KAMMI
  • Terbatasnya SDM yang fokus dalam pegembangan organisasi KAMMI

Opportunity

  • Tersedianya kelengkapan perangkat-perangkat organisasi KAMMI
  • Pendataan melalui akreditasi yang cukup responsif dari Komisariat
  • Ruang komunikasi yang terbuka untuk menumbuhkan KAMMI di berbagai kampus
  • Sistem akreditasi yang tersedia dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja organisasi secara berkala
  • Adanya keinginan yang kuat ditingkatan Daerah, Komisariat dan masyarakat dalam mengembangan organisasi KAMMI yang lebih maju
  • Pembagian peran yang meluas di kepengurusan KAMMI Daerah Bandung yang makin memperluas cakupan kerja

Treatment

  • Belum beradaptasinya trend gerakan mahasiswa baru di tengah menguatnya kultur hedonisme dan apatisme di Kampus
  • Kekurangan SDA dan SDM yang berkualitas yang dialami beberapa komisariat yang mengalami kemunduran
  • Belum meratanya kapasitas jaringan dan komunikasi Kammi di stakeholder kampus dan masyarakat sebagai sebab kelambatan adaptasi
  • Citra gerakan mahasiswa yang kurang produktif di kampus dan masyarakat
  • Belum seimbangnya tuntutan percepatan antara trend akademik dan organisasi
  • STRATEGI DAN KEBIJAKAN

1. Target-target DPK

  • Menjaga, meningkatkan, dan meratakan kualitas komisariat yang sudah ada yaitu :

Komisariat Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati (UIN SGD)

Komisariat Institut Tekonologi Telkom (IT Telkom)

Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Komisariat Politeknik Negeri Bandung (POLBAN)

Komisariat Universitas Pasundan (UNPAS)

Komisariat Universitas Islam Bandung (UNISBA)

Komisariat Universitas Padjajaran (UNPAD) Dipati Ukur

Komisariat Institut Teknologi Bandung (ITB)

Komisariat Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil)

  • Merevitalisasi komisariat yang tidak sehat yaitu komisariat UNJANI
  • Melakukan pemekaran dan komisariat persiapan dalam rangka perluasan KAMDA Bandung, yaitu :

Komisariat Persiapan UNIKOM

Komisariat Persiapan Politeknik Telkom

Komisariat Persiapan Al-Imarat

Komisariat Persiapan Universitas Al-Ghifari

Komisariat Persiapan UPI (pemekaran)

Komisariat Persiapan UIN (pemekaran)

2. Strategi dan Kebijakan

a. Tahap persiapan

  • Ta’aruf dan penguatan internal DPK
  • Penyusunan dan ideologisasi visi misi kepengurusan dan internal DPK
  • Membagi peran dan tanggungg jawab strategis ke seluruh personal di DPK dan bidang pekerjaannya
  • Merapihkan administrasi internal dan penyusunan anggaran kerja
  • Mempersiapkan strategi kerja dan jadwal selama kepengurusan berlangsung

b. Tahap pembangunan

  • Membuka jaringan komunikasi ke seluruh komisariat
  • Sosialisasi program kerja DPK melalui kunjungan kerja ke komisariat
  • Membuka link dan melakukan komunikasi intensif dengan kader di kampus yang menjadi target pemekaran
  • Melakukan sosialisasi dan diskusi dengan kader di universitas yang menjadi target pemekaran
  • Memantau perkembangan dan mengevaluasi hasil yang dicapai

c. Tahap pengembangan

  • Melakukan pelatihan dan kunjungan kerja untuk meningkatkan mutu komisariat
  • Melihat kinerja komisariat dan melakukan evaluasi dini
  • Mengaudit administrasi dan kelengkapan komisariat
  • Menetapkan standar mutu komisariat
  • Melakukan akreditasi secara berkala untuk melihat kualitas komisariat

d. Tahap penjagaan dan pembinaan

  • Melakukan pemantauan secara intensif kinerja komisariat
  • Tetap melakukan komunikasi dan memberikan pelayanan untuk konsultasi
  • Bekerja sama dengan Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Bandung untuk menjaga kualitas kader melalui MK1 dan MK2, serta peningkatan jenjang kader melalui DM2 dan DM3
  • Melakukan pembinaan lebih intensif kepada komisariat persiapan dan pemekaran
  • PROGRAM KERJA

1. Akreditasi Komisariat secara Berkala

v  Tujuan                  : Mengaudit, menjaga, dan meningkatkan mutu komisariat

v  Sasaran                 : Komisariat di KAMMI Daerah Bandung

v  Waktu                    : 1 kali dalam 6 bulan

v  Deskripsi              :

Akreditasi komisariat secara berkala ini dimaksudkan untuk menjaga dan memantau kelangsungan kerja komisariat yang sudah ada. DPK akan menerapkan poin-poin yang telah ditetapkan dan melakukan standardisasi ke seluruh komisariat penuh yang ada pada KAMMI Daerah Bandung. Akreditasi berkala ini diharapkan bisa menyeimbangkan kualitas komisariat sehingga secara struktur akan menghasilkan komisariat yang sehat dan bisa menjalankan fungsinya secara baik.

v  Anggaran             : 4 x @ Rp 700.000 = Rp 2.800.000

2. Kunjungan Kerja DPK ke Komisariat

v  Tujuan                  : Sosialisasi program kerja DPK dan arahan strategi kedepan, dan komunikasi secara berkala

v  Sasaran                : Seluruh komisariat

v  Waktu                   : Maret-April 2011 dan kunjungan berkala setiap ada event

v  Deskripsi             :

Kunjungan kerja ini dilakukan secara berkala dalam waktu tertentu. Kunjungan kerja ini dalam rangka silaturahmi ke komisariat-komisariat dan memaparkan arahan kerja serta strategi DPK dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. kunjungan kerja ini juga bisa menjadi forum komunikasi komisariat dengan DPK untuk melihat kinerja dari komisariat. Komisariat juga bisa memberikan saran dan masukan serta kritik ke DPK jika memang diperlukan.

v  Anggaran             : Rp 200.000

3. Pemekaran Komisariat

v  Tujuan                  : menyeimbangkan rasio kader dan pembagian peran kerja secara proporsional

v  Sasaran                 : Komisariat IT Telkom, Komisariat UIN SGD, dan Komisariat UPI

v  Waktu                    : selama 1,5 tahun kepengurusan

v  Deskripsi              :

Pemekaran komisariat ini merupakan tuntutan dari Panduan Kerja Daerah (PKD) yang disusun selama acara Musyawarah Daerah (MUSDA) KAMMI Daerah Bandung. Pemekaran ini dinilai perlu karena rasio dari kader yang tidak proporsional dan berlebih sehingga membuat kader kehilangan arahan kemudian hilang tanpa berita. Pemekaran komisariat ini dilakukan dengan berbagai tahapan yang akan disusun dalam rencana kerja Departemen Pengembangan Komisariat (DPK).

v  Anggaran             : Rp 200.000

4. Membangun Komisariat Persiapan

v  Tujuan                  : memperluas cakupan dan pengaruh KAMMI Daerah Bandung

v  Sasaran                :

  • Komisariat Persiapan UNIKOM
  • Komisariat Persiapan Politeknik Telkom
  • Komisariat Persiapan Al-Imarat
  • Komisariat Persiapan Universitas Al-Ghifari

v  Waktu                   : selama 1,5 tahun kepengurusan

v  Deskripsi              :

Membangun komisariat persiapan merupakan target kerja dari DPK yang diamanahkan Musyawarah Daerah (Musda) KAMMI Daerah Bandung dalam bentuk Panduan Kerja Daerah (PKD). Membangun komisariat persiapan dilakukan dengan tahapan dan strategi yang akan disusun dalam rencana kerja Depertemen Pengembangan Komisariat (DPK).

v  Anggaran             : Rp 200.000

5. Training Pengembangan Komisariat

v  Tujuan                  : memberikan pelatihan membangun organisasi yang rapih dan sehat

v  Sasaran                : Seluruh komisariat penuh

v  Waktu                   : Mei 2011 & Mei 2012

v  Deskripsi              :

Training ini akan dilakukan dalam bentuk yang formal dan dilakukan seperti dauroh yang berisi materi-materi keorganisasian, simulasi, dan strategi pengembangan organisasi yang akan disampaikan oleh trainer.

v  Anggaran             : 2 x @Rp 1000.000 = Rp 2.000.000

6. Dokumentasi dan sosialisasi konstitusi KAMMI

v  Tujuan                  : memberikan arahan dan panduan dalam mengelola komisariat

v  Sasaran                 : seluruh komisariat

v  Waktu                   : Agustus 2011

v  Deskripsi             :

Dokumentasi dan sosialisasi konstitusi KAMMI dari tingkat pusat, wilayah, dan daerah ini diperlukan dalam rangka merapihkan kerja dari Komisariat agar sesuai dengan konstitusi yang telah disusun dalam Muktamar, Mukernas, Muswil, Mukerwil, Musda, dan Mukerda.

v  Anggaran             : Rp 350.000

7. Membentuk jaringan komisariat

v  Tujuan                  : menguatkan kerja sama komisariat dan menjadi pendamping komisariat persiapan yang akan dibentuk

v  Sasaran                : seluruh komisariat

v  Waktu                   : selama kepengurusan berjalan

v  Deskripsi             :

Membentuk jaringan komisariat merupakan langkah awal dari terjalinnya kerja sama yang kuat antar komisariat dalam melaksanakan kegiatan tertentu misalnya DM1, MK1, dan forum kajian yang disepakati bersama. Tujuan dari program kerja ini adalah sekaligus menjadi pendamping bagi komisariat persiapan dan komisariat pemekaran yang akan dibangun.

v  Anggaran             : Rp 200.000

8. Revitalisasi komisariat

v  Tujuan                  : merehabilitasi komisariat yang kurang berkembang

v  Sasaran                : Universitas Jendral Ahmad Yani (UNJANI)

v  Waktu                   : selama kepengurusan berjalan

v  Deskripsi             :

Revitalisasi ini dilakukan dengan pembinaan dan komunikasi secara intensif melalui pendekatan personal dan memberikan arahan strategis ke depan bagi komisariat yang kurang berkembang.

v  Anggaran             : Rp 100.000

9. Layanan DPK care

v  Tujuan                  : melayani dan mengatasi masalah komisariat

v  Sasaran                 : seluruh komisariat

v  Waktu                    : Selama kepengurusan berjalan

v  Deskripsi              :

Komunikasi saat ini dapat dilakukan dengan begitu mudahnya. Oleh karena itu Departemen Pengembangan Komisariat (DPK) melakukan inisiatif untuk membuat layanan DPK Care yang bertujuan melayani dan mengatasi masalah komisariat. Layanan ini dapat dilakukan melalu telepon dan email yang akan disepakati bersama.

v  Anggaran             : Rp 100.000

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.